Waktunya Generasi Millennial Yang Berdakwah
Sabtu, 26 Oktober 2019
Edit
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo sahabat, pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai cara remaja dalam menyiarkan Islam. Karena remaja merupakan pewaris dari peradaban Islam yang harus bisa menjaga dan mendakwahkan ilmu Islam pada umat Muslim berikutnya secara turun-temurun.
Sebagai seorang muslim yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas, harus dapat berbagi ilmu kepada orang yang membutuhkan layaknya sebuah amal dalam bentuk materi yang biasa dilakukan sehari-hari.
Dakwah Islam tidak terlepas dari transformasi ajaran-ajaran Islam untuk disampaikan pada umatnya, karena hakikat dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsafan, atau usaha mengubah suatu situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi maupun masyarakat.
Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha peningkatan pemahaman keagamaan dalam tingkah laku dan pandangan hidup saja tetapi juga menuju sasaran yang lebih luas.
Dakwah untuk remaja dapat disandarkan pada salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Abu Hurairah sebagai berikut:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دعته امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا
حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Artinya : “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
- Pemimpin yang adil,
- Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan „ibadah kepada Rabbnya,
- Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid,
- Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah,
- Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, „Aku takut kepada Allah,
- Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di infakkan oleh tangan kanannya,
- Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 620 dan Muslim no. 1712)
Hadis di atas secara jelas dapat menjadi penegas bahwa dakwah di kalangan remaja menjadi penting untuk menjadikan remaja maupun pemuda sebagai generasi penerus yang terbiasa beribadah. Secara langsung, dalam hadis tersebut, tujuan dakwah adalah untuk memasukkan remaja ke dalam
salah satu dari tujuh golongan yang masuk surga. Namun secara duniawi, dengan adanya dakwah di kalangan remaja akan menjadikan remaja sebagai generasi penerus bangsa dan syiar agama yang berkualitas.

Cek
BalasHapusCek 2
HapusCek 3
HapusCek 4
BalasHapus